Senin, 21 November 2011

Pagar

Dari judulnya sih masih meragukan tentang apa isinya. Ya kan? Gini cerita tentang pagar tersebut.

Dahulu, pernah ada seorang anak yang memiliki temperamen buruk, bisa dibilang anak pemarah gitu lah. Lalu ayahnya memberikan dia sekantong paku dan setiap kali ia marah sang anak harus memaku satu buah paku di pagar setiap ia marah.
Hari pertama, ia telah memaku sebanyak 37 buah paku di pagar tersebut. Selama beberapa minggu, ia telah belajar untuk mengendalikan emosinya. Jumlah paku yang dipasang setiap harinya semakin berkurang dan berkurang.
Ia menyadari bahwa lebih mudah menahan marah daripada memasang paku di pagar tersebut.
Akhirnya hari dimana ia tidak marah sama sekali pun datang, ia bertanya kepada ayahnya apa yang harus dilakukan bila ia tidak marah, kemudian ayahnya pun berkata agar mencabut satu paku setiap dia tidak marah pada hari itu.
Dan hampir 8 bulan dia pun telah mencabut semua paku di pagar itu, kemudian ayahnya datang kepadanya. "Kerja bagus anakku, tapi lihatlah, di pagar tersebut terlihat lubang lubang. Pagar tersebut tidak mungkin terlihat sama seperti yang dulu. Ketika engkau marah, hal itu selalu meninggalkan bekas di orang yang terkena marah tersebut dan bekasnya pun masih akan tetap walaupun marah kita telah usai. Sama seperti kalau kau menusuk orang dengan pisau kemudian kau mencabutnya. Lukanya masih ada meskipun kau meminta maaf berulang ulang kepadanya, luka verbal hampir sama sakitnya dengan luka fisik..."

Dan ingatlah kalian semua, kata mister tukul "Kalau marah di depan gagalnya pun didepan dan juga sebaliknya..."
Oke? Hold your anger, and let it go like a fart... hehehehhehe JK

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates