Selasa, 23 Agustus 2011

Cerita Inspiratif "Pandangan Hidup si Pohon"

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Jumat, 29 Juli 2011

Punya musuh? Itu penting!!

Apakah kita pernah mendengar atau membaca kalimat, ‘menemukan satu orang kawan lebih sulit dibandingkan menemukan seribu orang musuh’ ? Atau mungkin kita pernah menjumpai kalimat, ‘kita tidak mungkin memiliki jutaan kawan tanpa memiliki satu orang musuh’ ? Ya, memang dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita akan sangat mungkin memiliki musuh maupun orang-orang yang tidak suka terhadap kita. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, sebab memang tidak setiap orang itu cocok atau memiliki cara berpikir yang sama. Tulisan kali ini juga tentang musuh, tetapi musuh yang akan saya bahas disini adalah musuh dalam arti yang positif.
Musuh, saya yakin setiap orang tidak ingin memilikinya. Setiap orang ingin mencari sahabat dan kawan sebanyak mungkin, bukannya mencari musuh atau lawan. Namun, kali ini saya memiliki pendapat yang sedikit berbeda yaitu memiliki ‘musuh’ itu penting. ‘Musuh’ yang saya maksud disini bukanlah musuh dalam arti yang negatif, melainkan musuh dalam arti yang positif. ‘Musuh’ yang saya dimaksud disini adalah pesaing kita atau orang-orang disekitar kita yang merupakan ‘musuh’ kita, tetapi sekaligus berfungsi sebagai orang terbaik bagi kita, sebab dia dapat menjadi motivator kita untuk terus menjadi lebih baik dan lebih baik setiap harinya.
Pentingnya memiliki ‘musuh’ itu saya sadari setelah saya melakukan analisa terhadap kehidupan saya sendiri. Setelah saya pelajari, baik dari kehidupan saya sendiri maupun dari kehidupan beberapa orang yang kisahnya telah saya baca melalui tulisan bebas maupun melalui buku, saya menemukan bahwa ada kecenderungan bahwa setiap orang itu membutuhkan pesaing atau ‘musuh-musuh’ dalam arti yang positif untuk membuat semangat di dalam dirinya menggebu-gebu. Kita sadari atau tidak, salah satu ciri sebagian besar orang adalah ingin menjadi yang terbaik, menjadi yang nomor satu, lebih hebat dibanding orang lain, lebih sukses, lebih kaya, atau lebih-lebih yang lain. Ya, hampir semua dari kita selalu ingin menjadi lebih dari orang lain. Orang-orang lain yang ingin kita lebihi itu sebenarnya adalah ‘musuh’ kita, namun mereka bukanlah ‘musuh’ yang jahat atau ‘musuh’ dalam arti negatif. Mereka adalah ‘musuh-musuh’ positif kita dan justru kita harus berterima kasih kepada mereka karena sebenarnya merekalah yang telah membantu ‘membangkitkan’ kembali gairah serta semangat di dalam diri kita untuk selalu berupaya untuk menjadi yang terbaik setiap harinya. Kita layak berterima kasih kepada ‘musuh-musuh’ positif kita tersebut.
Jadi, punya ‘musuh’ yang positif itu penting, penting untuk membantu kita memacu semangat serta gairah di dalam diri kita untuk terus belajar serta berupaya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Punya 'musuh' yang positif itu baik, namun ada baiknya kita tetap dapat termotivasi serta bergairah untuk selalu menghasilkan atau menjadi lebih baik setiap harinya tanpa memiliki ‘musuh-musuh’ tersebut, namun jika kita belum bisa seperti itu maka memiliki ‘musuh’ juga tidak apa-apa. Sekian ulasan saya dan saya tunggu komentar atau pendapat dari kalian yang membaca tulisan ini.

Template by:

Free Blog Templates